Big News Times

Basnetg

Basnetg.com - Premium WordPress Themes

Bupati Sidak ke Disperhutbun

Published on: Thursday, December 23, 2010 //
Kamis, 23 Desember 2010 20:39
TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, Dr.Ir.H.Mulyadi WR, MMT, Kamis (23/12) melakukan  Inspeksi Mendadak (Sidak)) ke Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Disperhutbun) Trenggalek. Aksi Sidak ini membuat para PNS di lingkungan Disperhutbun, kelabakan.

Dalam Sidak ini, Mulyadi hanya ditemani supirnya. Ia terlihat meninjau ke semua ruangan dan menanyakan siapa saja yang belum datang ataupun tidak masuk kantor.

“Beruntungnya, semuanya hadir,” ungkap salah satu staf Disperhutbun yang tidak mau disebutkan namanya.

Dalam kesempatan itu, Mulyadi juga menanyakan tentang semua program yang direncanakan dan sedang dalam pelaksanaan Disperhutbun. Ia juga menghimbau, semua program yang direncanakan agar dikerjakan dengan baik dan benar. Juga secara cepat dan tepat sasaran.

“Seluruh staf, baik golongan bawah maupun yang atas, hendaknya bekerja secara ikhlas dan jujur,” pesannya.

Menurut salah seorang staf Disperhutbun, sejak dilantik sebagai Bupati Trenggalek, 4 Oktober 2010 lalu, baru pertama kali ini Bupati Trenggalek Sidak ke Disperhutbun. Dan itu, tidak ada yang menduga sebelumnya.

Selang setengah jam kemudian, Mulyadi kemudian disusul Kadis Perhutbun, Ir.Joko Srono. Keduanya, kemudian bergegas meninggalkan kantor Disperhutbun untuk melakukan rapat di Pendopo. Dedi U

RS. Mardi Mulia Terancam Ditutup

Published on: Wednesday, December 22, 2010 //
Rabu, 22 Desember 2010 18:12
TRENGGALEK –Keberadaan Rumah Sakit (RS) Mardi Mulia di Jl.Dr. Soetomo No. 19 Trenggalek, Jawa Timur, terancam ditutup. Penutupan ini terkait dengan perijinannya yang telah kadaluarsa sejak tahun 2008 lalu dan belum mendapatkan perpanjangan ijin operasional dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Direktur Utama RS.Mardi Mulia, Dr.Veria, menjawab detiknusantara.com membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sejak tahun 2008 lalu, pihak RS.Mardi Mulia telah mengajukan perpanjangan ijin ke Dinas Kesehatan Propinsi. Hanya saja, hingga kini, oleh pihak Dinas Kesehatan Jatim belum diberikan kelulusan, dengan alasan belum lengkapnya persyaratan.

“Selain itu, juga karena ada pergantian Direktur yang sebelumnya dijabat Dr.Tri Siswo Juwono yang mengundurkan diri dan saya gantikan,” terangnya.

Dijelaskan pula bahwa saat pengajuan perpanjangan ijin yang pertama dilakukan oleh Dr.Tri Siswo sebagai Dirut. Namun, saat itu, belum diberikan kelulusan karena kurangnya persyaratan dari segi struktural maupun manajemen.

Lanjutnya, pada pertengahan 2009, telah diajukan kembali perpanjangan ijin melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek. Pengajuan itu diterima Kasubag Perijinan Dinas Kesehatan Trenggalek, Suparjono. 

“Oleh beliau, langsung  dikirimkan ke Provinsi dan hingga kini belum ada jawaban,” singkatnya.

Kasubag Perijinan Suparjono yang ditemui media ini, Rabu (22/12) membenarkan hal tersebut. Bahkan, ia mengaku langsung ke Surabaya untuk menyerahkan berkas permohonannya ke Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur.

Menurutnya, jika sampai saat ini perpanjangan ijin tersebut belum juga keluar, itu dikarenakan masih adanya persyaratan yang harus dipenuhi. Termasuk soal kebersihan serta perawatan insfratuktur dan juga perbaikan manajemen Rumah Sakit.

Diungkapkan bahwa dari Dinas Kesehatan Provinsi sudah pernah turun untuk meninjau lokasi. Dari tinjaun itu, terungkap ada dua faktor yang kurang lengkap yaitu masalah kebersihan dan struktural manajemen.

Ditegaskan pula, jika hingga tanggal 15 January 2011 mendatang perijinan RS Mardi Mulia belum juga keluarnya, maka Rumah Sakit tersebut terpaksa harus ditutup. Hal ini mengingat bila tanpa adanya surat ijin operasi namun Rumah Sakit tetap beroperasi, maka dapat dikenakan sanksi pidana.

Menurut data yang dihimpun media ini, ijin operasional RS.Mardi Mulia telah mati sejak Februari 2008 lalu. Untuk mendapatkan perpanjangan ijin pihak RS.Mardi Mulia diminta untuk membenahi dan melengkapi semua persyaratan yang kurang. Dedi U

Hasil Ujian CPNS Akhirnya Diumumkan

Published on: //
Rabu, 22 Desember 2010 18:16
TRENGGALEK – Hasil ujian tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2010, akhirnya diumumkan oleh tim seleksi yang dibentuk Pemkab Trenggalek, Selasa (21/12). Pengumuman bernomor: 810/32/CPNS/2010 tersebut pertama kali dilakukan di papan pengumuman Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Sekretariat Daerah dan Bappeda serta dapat diakses melalui website humas-trenggalek.blogspot.com dan di website BKD, www.bkdtrenggalek.com.

Dari 91 formasi tenaga kependidikan atau guru yang disediakan, keseluruhannya telah terpenuhi. Namun 81 formasi tenaga kesehatan, baru 76 orang yang terpenuhi. Sedangkan untuk formasi kedokteran yang terdiri dari spesialis penyakit dalam 1 orang, spesialis anak 2 orang, spesialis kandungan 1 orang dan pranata laborat 1 orang, tidak terisi.

Sementara untuk Tenaga Teknis, dari 138 formasi yang disediakan, telah terisi 134 orang. Satu formasi yang tidak terisi adalah Penyuluh Koperasi dengan pendidikan S1 Ekonomi Koperasi sejumlah 4 orang.

Dalam pengumuman disebutkan peserta tes CPNS yang lulus ujian tulis, diminta hadir Kamis (23/12) pukul 09.00 WIB di Gedung Serba Guna Kelutan Trenggalek, Jl.Soekarno Hatta, untuk acara penjelasan teknis pemberkasan untuk mengikuti uji materiil ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Peserta diminta hadir 30 menit sebelum acara dengan berpakaian rapi, bersepatu dan membawa Kartu Peserta Ujian serta membawa alat tulis (bolpoint, buku tulis, dll).

Disampaikan juga bila berdasarkan uji materil BKN, yang bersangkutan memenuhi syarat sesuai peraturan perundang-undangan, selanjutnya akan diangkat menjadi CPNS Pemkab Kabupaten Trenggalek. Dedi U

Eks Penambangan Kedekan Mengancam Jiwa

Published on: Monday, December 20, 2010 //
Minggu, 19 Desember 2010 15:53
TRENGGALEK – Eks penambangan tanah yang berlokasi di Jl.Tumpak- Kedekan, Desa Jatiprau, Kecamatan Karangan, Trenggalek, mengancam jiwa. Kini kondisinya meresahkan warga, karena rawan longsor.

Kondisi eks tambang yang dekat dengan jalan raya, juga mengancam  keselamatan pengguna jalan. Padahal, ruas jalan ini merupakan jalan alternatif penghubung antara Kecamatan Karangan dan Kecamatan Gandusari, dan banyak dilintasi pengedara.

Menurut Rudi, warga Desa Kecamatan Karangan, yang berprofesi sebagai supir yang rutin melintasi ruas jalan itu, mengaku was-was bila melewati ruas jalan yang berdekatan dengan eks penambangan itu.

“Ya takut juga bila tanah bekas pengerukan longsor saat kita melintas. Padahal, diatasnya ada batu-batu besar yang mengancam jiwa,” terangnya.

Dikatakan, saat hujan turun, ada saja batu yang jatuh ke badan jalan. Dan itu bisa membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Warga sekitar menyayangkan tidak adanya tanggung jawab pengelola penambangan.  Atas kelalaian ini, warga akan menuntut pihak terkaitk karena selain sudah merusak jalan dan mengancam jiwa warga.

“Saluran irigasi yang baru dibangun juga rusak berat dan air langsung membanjiri rumah warga yang berada di utara lokasi tambang,” terang warga.

Menurut warga, kegiatan penambangan sudah berhenti sejak 3 bulan lalu. Namun akibat penambangan warga merasa was-was dan menderita. Karena itu, warga meminta agar pengelola melakukan reklamasi dan reboisasi lahan eks tambang serta memperbaiki saluran irigasi yang rusak.

Dari pantauan media ini, lokasi  tanah yang ditambang merupakan bukit tepat di tepi jalan raya dengan ketinggian lebih 10 Meter. Lokasi ini berada dekat pemukiman warga yakni di sebelah utara dan selatan.

Penambangan ini dulunya dilakukan dengan menggunakan alat berat dan tidak dibuat bersap-sap, tetapi langsung  diambil sistem bawah dan atas rata, sehingga rawan sekali longsor. Dedi U

TPK Bagong Tempat Mesum dan Mabuk

Published on: //
Sabtu, 18 Desember 2010 17:16
TRENGGALEK - Tempat Penimbunan Kayu (TPK) di Tempat Penitipan Negara (TPN) Bagong, Trenggalek, terkesan tempat mesum dan mabuk-mabukan yang aman bagi Anak Baru Gede (ABG) maupun orang dewasa. Ini karena TPK Bagong terletak di perbukitan dan jauh dari pemukiman warga. Selain itu, kondisi tempat yang sepi, pemandangan yang indah, dan ditunjang angin semilir yang menyejukkan, akan membuat siapa saja betah berlama lama ditempat itu.

“Bila siang hari, para ABG yang umumnya masih bersekolah banyak ditemui. Kebanyakan mereka memilih tempat yang tersembunyi dan sepi jauh dari aktifitas masyarakat,” tutur warga sekitar menjawab media ini.

Kata warga, mereka sering didapati pesta minum minuman keras dan melakukan sex bebas pada malam hari. Ini dibuktikan dengan temuan alat kontrasepsi dan bekas botol Miras yang berserakan.

Kepala TPK Bagong, Maryono, Sabtu (18/12), mengatakan pihak Satpol PP sudah sering melakukan razia. Hal yang sama juga dilakukan pihak Kepolisian setempat.

“Namun sepertinya tidak menimbulkan efek jera. Buktinya tetap saja banyak yang datang, meski dirazia dua kali seminggu,” ungkapnya.

Akunya, warga tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan tidak berani menegur.

“Pernah kita tegur, mereka justru memecahkan kaca kantor kami,” kata Maryono.

Dari penyisiran media ini, Sabtu (18/12) pukul 02.00, lebih 10 pasangan ABG sedang bermesraan. Bahkan ada pasangan usia SLTP,sedang berciuman dibalik semak belukar.

Media ini juga melihat sekelompok pemuda, sedang mabuk-mabukan di rumah kosong, bekas tempat pembibitan yang sudah tidak terpakai. Dedi U

BPN Lambat Tangani Program SMS

Published on: //
Jumat, 17 Desember 2010 20:11
TRENGGALEK - Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Trenggalek  dinilai lambat dalam merealisasikan program Sertifikat Masal Swadaya (SMS). Akibatnya, program yang bertujuan untuk mempercepat pendaftaran tanah masyarakat dalam rangka memperoleh kepastian hukum dan perlindungan hukum atas tanah yang dimilikinya, belum sepenuhnya terealisasikan.

Lihat saja pembuatan sertifikat yang diajukan warga desa Prambon Kecamatan Tugu melalui program SMS ini. Meski pengajuannya sejak tahun 2008 lalu, sampai kini belum jelas kelanjutannya. Padahal, warga desa mengaku sudah melengkapi semua persyaratannya, termasuk biaya administrasi.

“Namun sampai sekarang sertifikat yang kita harapkan belum jadi juga,” tutur Sekdes Prambon, Suwanto.

Menurutnya, pihaknya telah mengajukan pembuatan sertifikat melalui program SMS sebanyak 150 bidang. Pengajuan dilakukan tahun 2008 dan 2009 lalu dan sampai saat ini, belum ada kejelasan. Selama kurun waktu itu, dirinya sangat sering menanyakannya realisasi sertifikat ke pihak BPN. Namun, jawaban yang diterima, diminta menunggu.

Senada, Kades Sukorejo, Kecamatan Tugu, Sukemi, didampingi sekretarisnya, Slamet menyatakan hal yang sama. Kata mereka, di desanya, ada sekitar 61 bidang tanah yang diproses sertifikasi melalui program SMS. Rinciannya, 30 bidang diajukan pada tahun 2008 dan 31 bidang diajukan pada tahun 2009.  

“Sampai sekarang belum jelas juga kapan jadinya. Kini kami memiliki mental mas ke masyarakat. Dan kami yang selaku ditanya, karena warga tahunya kami yang membawa berkasnya,” terang Slamet.

Ungkapnya, atas keresahan warga, mereka juga membawa warga untuk menanyakan langsung ke BPN.

Menanggapi hal ini, Kepala BPN Trenggalek, Drs.H.Najamuddin, M.Si mengungkapkan bahwa keterlambatan pengurusan sertifikat, bisa jadi akibat adamya persyarakatan yang kurang lengkap, termasuk kemungkinan soal pendanaan.

“Kebanyakan dari yang belum siap itu, karena kurang persyaratannya,” terangnya menjawab media ini.

Ia menambahkan, pihak BPN pernah akan memberikan sertifikat yang sudah selesai ke panitia desa. Namun, panitia menolak dengan alasan takut diprotes warga yang sertifikatnya belum jadi. Dedi U

Ajang Prostitusi Tak Terbendung

Published on: //
Kamis, 16 Desember 2010 10:43
TRENGGALEK - Ajang prostitusi di kabupaten Trenggalek, Jawa Timur seolah tak terbendung. Padahal Pemkab Trenggalek telah berupaya semaksimal mungkin mencegah adanya praktek asusila. Dan kenyataannya, tetap saja para penjaja cinta ini, banyak berkeliaran.

Seperti yang terlihat di area kawasan terminal colt Trenggalek. Terlihat jelas, banyak para PSK, umumnya kaum waria, mangkal di warung-warung sederhana di pinggiran area terminal. Bahkan, tidak sedikit yang  duduk  di ruang tunggu terminal.

Salah seorang PSK, sebut saja Bunga, mengaku tidak bisa mencari pekerjaan lain, untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Gimana lagi mas, kita bisanya cari makan kayak gini,” tutur Bunga, menjawab media ini.

Ia mengatakan, sebenarnya tidak mau menjadi PSK. Namun, karena tuntutan hidup, dia terpaksa melalukan pekerjaan itu. Apalagi, statusnya yang janda karena ditinggal suami, sehingga tidak ada yang menafkahinya.

“Kalo suami saya tidak pergi meninggalkan saya, mungkin mas, hari ini tidak melihat saya disini,” jelasnya.

Yadi, salah seorang warga yang kerap main ke tempat itu mengatakan bahwa ajang portitusi di area kawasan terminal colt Trenggalek sudah berlangsung lama. Meski sudah sering dirazia pihak terkait, nyatanya para PSK seolah tidak pernah jera.

“Sudah sering dirazia mas, tapi setiap habis dirazia, seminggu kemudian muncul lagi,” terang Yadi.

Lanjutnya, bukan hanya PSK, alunan musik yang keras dan teriakan orang mabuk di waktu malam jelas mengganggu ketentraman masyarakat sekitar.

“Kalo malam disini ramai orang mabok-mabokan, sambil dengerin musik yang keras,” tambahnya.

Kepala Bidang Sosial Pemkab Trenggalek, Ir.Priyadi mengatakan pihaknya sudah kerap mengadakan kegiatan-kegiatan sosialisasi dan pembinaan kepada  para PSK. Pihaknya juga telah bekerja sama dengan Departemen Agama dalam usaha pengentasan pekerja asusila.

”Kita bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Departemen Agama sudah sering melakukan razia di tempat-tempat yang disinyalir menjadi ajang portitusi,” pungkasnya. Dedi U

 

Pengusiran Wartawan Segera Dilaporkan

Published on: //
Minggu, 12 Desember 2010 15:27
TRENGGALEK – Kasus pengusiran wartawan oleh aparat desa saat melaksanakan tugas peliputan, di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (8/12) lalu, akan segera dilaporkan.

“Akan kita lanjutkan dengan melaporkan pengusiran tersebut ke pihak berwajib, jika memang tidak ada itikad baik dari aparat desa untuk meminta maaf,” terang Bambang, aktifits LSM yang ikut bersama dengan 3 orang wartawan yang diusir aparat desa saat menghadiri pertemuan pihak pemerintahan desa dengan Tim 13 Desa Ruci, terkait pemberitaan indikasi penyelewengan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Dijelaskan, kedatangan dirinya bersama 3 orang wartawan ke tempat pertemuan tersebut adalah untuk mengikuti pertemuan antara aparat pemerintah desa Ngares dengan koordinator tim 13 Dewa Ruci selaku tim pengelola PNPM tingkat Perkotaan di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek. Pertemuan tersebut terkait dengan pemberitaan salah satu media, yang mengindikasikan penyelewengan dana PNPM, yang mengarah pada seorang oknum koordinator tim 13 Dewa Ruci.

Saat itu, lanjutnya, ketika acara baru dimulai, mereka yang masuk ke dalam ruangan, dan mengambil tempat duduk di bangku belakang yang kosong,. langsung didatangi seorang staf desa. Kemudian, staf tersebut meminta wartawan dan Lsm untuk segera meninggalkan ruangan.

Kata Bambang, pengusiran ini sungguh tindakan yang disayangkan. Dan tindakan pengusiran justru semakin menguatkan desas-desus penyelewengan dana PNPM di desa Ngares, yang selama ini telah menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

Sementara Hari, salah seorang wartawan yang ikut diusir menjelaskan bahwa staf desa Ngares, langsung datang dan mengusir mereka, tanpa bertanya terlebih dahulu kepada mereka.

“Harusnya kan bertanya dulu, siapa kita. Dari mana dan tujuannya apa. Ini langsung main usir saja,” sesal Hari.

Ungkap Hari, dari penuturan staf desa itu, didapat informasi bahwa pengusiran  atas instruksi adalah Kepala Desa. Padahal, kedatangan mereka jelas dengan tujuan untuk meliput pertemuan tersebut. Dan mereka juga dilengkapi dengan identitas yang jelas dari media masing-masing.

“Kok bisa-bisanya mereka dengan seenaknya mengusir kita,” lanjutnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Ngares, Mattohar, mengatakan bahwa peristiwa pengusiran tersebut hanyalah kesalahfahaman semata. Sebenarnya, akunya, pihaknya tidak berniat untuk mengusir wartawan dan aktifis LSM yang datang. Pihaknya hanya meminta kebijaksanaan para wartawan dan LSM untuk menghormati pertemuan karena sifatnya tertutup untuk umum.

“Kita juga sudah meminta maaf kepada pihak-pihak yang telah merasa dirugikan atas peristiwa ini. Sungguh, kami tidak bermaksud mengusir para wartawan ataupun aktifis LSM,” tutur Mattohar menjawab detiknusantara.com, Kamis (9/12) di rumahnya. Dedi U
WELCOME TO BLOG VANJAXRONEZA
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئآت أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده
ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

email: dediduta@ymail.com
www.karesidenankedirinews.
blogspot.com





Majalah Nasional DETIK MAGAZINE

Majalah Nasional DETIK MAGAZINE

Archive

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئآت أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

Catwidget2

-->?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts4\"><\/script>");

Catwidget4

Catwidget3

?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts4\"><\/script>");
Powered by Blogger.

About Me

Jawa Timur, Indonesia

Feed!

Technology

RSS Feed!
RSS Feed!
RSS Feed!
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!
Feed!
(www.karesidenankedirinews.co.cc)... LASKAR SANGGONG WALER ( LASER community ) TRENGGALEK "MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU 2012"
Translator