Eks Penambangan Kedekan Mengancam Jiwa
Published on: Monday, December 20, 2010 //
Minggu, 19 Desember 2010 15:53
Kondisi eks tambang yang dekat dengan jalan raya, juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Padahal, ruas jalan ini merupakan jalan alternatif penghubung antara Kecamatan Karangan dan Kecamatan Gandusari, dan banyak dilintasi pengedara.
Menurut Rudi, warga Desa Kecamatan Karangan, yang berprofesi sebagai supir yang rutin melintasi ruas jalan itu, mengaku was-was bila melewati ruas jalan yang berdekatan dengan eks penambangan itu.
“Ya takut juga bila tanah bekas pengerukan longsor saat kita melintas. Padahal, diatasnya ada batu-batu besar yang mengancam jiwa,” terangnya.
Dikatakan, saat hujan turun, ada saja batu yang jatuh ke badan jalan. Dan itu bisa membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Warga sekitar menyayangkan tidak adanya tanggung jawab pengelola penambangan. Atas kelalaian ini, warga akan menuntut pihak terkaitk karena selain sudah merusak jalan dan mengancam jiwa warga.
“Saluran irigasi yang baru dibangun juga rusak berat dan air langsung membanjiri rumah warga yang berada di utara lokasi tambang,” terang warga.
Menurut warga, kegiatan penambangan sudah berhenti sejak 3 bulan lalu. Namun akibat penambangan warga merasa was-was dan menderita. Karena itu, warga meminta agar pengelola melakukan reklamasi dan reboisasi lahan eks tambang serta memperbaiki saluran irigasi yang rusak.
Dari pantauan media ini, lokasi tanah yang ditambang merupakan bukit tepat di tepi jalan raya dengan ketinggian lebih 10 Meter. Lokasi ini berada dekat pemukiman warga yakni di sebelah utara dan selatan.
Penambangan ini dulunya dilakukan dengan menggunakan alat berat dan tidak dibuat bersap-sap, tetapi langsung diambil sistem bawah dan atas rata, sehingga rawan sekali longsor. Dedi U








