Ajang Prostitusi Tak Terbendung
Published on: Monday, December 20, 2010 //
| Kamis, 16 Desember 2010 10:43 |
| Seperti yang terlihat di area kawasan terminal colt Trenggalek. Terlihat jelas, banyak para PSK, umumnya kaum waria, mangkal di warung-warung sederhana di pinggiran area terminal. Bahkan, tidak sedikit yang duduk di ruang tunggu terminal. Salah seorang PSK, sebut saja Bunga, mengaku tidak bisa mencari pekerjaan lain, untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Gimana lagi mas, kita bisanya cari makan kayak gini,” tutur Bunga, menjawab media ini. Ia mengatakan, sebenarnya tidak mau menjadi PSK. Namun, karena tuntutan hidup, dia terpaksa melalukan pekerjaan itu. Apalagi, statusnya yang janda karena ditinggal suami, sehingga tidak ada yang menafkahinya. “Kalo suami saya tidak pergi meninggalkan saya, mungkin mas, hari ini tidak melihat saya disini,” jelasnya. Yadi, salah seorang warga yang kerap main ke tempat itu mengatakan bahwa ajang portitusi di area kawasan terminal colt Trenggalek sudah berlangsung lama. Meski sudah sering dirazia pihak terkait, nyatanya para PSK seolah tidak pernah jera. “Sudah sering dirazia mas, tapi setiap habis dirazia, seminggu kemudian muncul lagi,” terang Yadi. Lanjutnya, bukan hanya PSK, alunan musik yang keras dan teriakan orang mabuk di waktu malam jelas mengganggu ketentraman masyarakat sekitar. “Kalo malam disini ramai orang mabok-mabokan, sambil dengerin musik yang keras,” tambahnya. Kepala Bidang Sosial Pemkab Trenggalek, Ir.Priyadi mengatakan pihaknya sudah kerap mengadakan kegiatan-kegiatan sosialisasi dan pembinaan kepada para PSK. Pihaknya juga telah bekerja sama dengan Departemen Agama dalam usaha pengentasan pekerja asusila. ”Kita bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Departemen Agama sudah sering melakukan razia di tempat-tempat yang disinyalir menjadi ajang portitusi,” pungkasnya. Dedi U |








