Pengusiran Wartawan Segera Dilaporkan
Published on: Monday, December 20, 2010 //
Minggu, 12 Desember 2010 15:27
TRENGGALEK – Kasus pengusiran wartawan oleh aparat desa saat melaksanakan tugas peliputan, di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (8/12) lalu, akan segera dilaporkan.
“Akan kita lanjutkan dengan melaporkan pengusiran tersebut ke pihak berwajib, jika memang tidak ada itikad baik dari aparat desa untuk meminta maaf,” terang Bambang, aktifits LSM yang ikut bersama dengan 3 orang wartawan yang diusir aparat desa saat menghadiri pertemuan pihak pemerintahan desa dengan Tim 13 Desa Ruci, terkait pemberitaan indikasi penyelewengan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
Dijelaskan, kedatangan dirinya bersama 3 orang wartawan ke tempat pertemuan tersebut adalah untuk mengikuti pertemuan antara aparat pemerintah desa Ngares dengan koordinator tim 13 Dewa Ruci selaku tim pengelola PNPM tingkat Perkotaan di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek. Pertemuan tersebut terkait dengan pemberitaan salah satu media, yang mengindikasikan penyelewengan dana PNPM, yang mengarah pada seorang oknum koordinator tim 13 Dewa Ruci.
Saat itu, lanjutnya, ketika acara baru dimulai, mereka yang masuk ke dalam ruangan, dan mengambil tempat duduk di bangku belakang yang kosong,. langsung didatangi seorang staf desa. Kemudian, staf tersebut meminta wartawan dan Lsm untuk segera meninggalkan ruangan.
Kata Bambang, pengusiran ini sungguh tindakan yang disayangkan. Dan tindakan pengusiran justru semakin menguatkan desas-desus penyelewengan dana PNPM di desa Ngares, yang selama ini telah menjadi buah bibir di tengah masyarakat.
Sementara Hari, salah seorang wartawan yang ikut diusir menjelaskan bahwa staf desa Ngares, langsung datang dan mengusir mereka, tanpa bertanya terlebih dahulu kepada mereka.
“Harusnya kan bertanya dulu, siapa kita. Dari mana dan tujuannya apa. Ini langsung main usir saja,” sesal Hari.
Ungkap Hari, dari penuturan staf desa itu, didapat informasi bahwa pengusiran atas instruksi adalah Kepala Desa. Padahal, kedatangan mereka jelas dengan tujuan untuk meliput pertemuan tersebut. Dan mereka juga dilengkapi dengan identitas yang jelas dari media masing-masing.
“Kok bisa-bisanya mereka dengan seenaknya mengusir kita,” lanjutnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Desa Ngares, Mattohar, mengatakan bahwa peristiwa pengusiran tersebut hanyalah kesalahfahaman semata. Sebenarnya, akunya, pihaknya tidak berniat untuk mengusir wartawan dan aktifis LSM yang datang. Pihaknya hanya meminta kebijaksanaan para wartawan dan LSM untuk menghormati pertemuan karena sifatnya tertutup untuk umum.
“Kita juga sudah meminta maaf kepada pihak-pihak yang telah merasa dirugikan atas peristiwa ini. Sungguh, kami tidak bermaksud mengusir para wartawan ataupun aktifis LSM,” tutur Mattohar menjawab detiknusantara.com, Kamis (9/12) di rumahnya. Dedi U








