Penyebaran Hama Resahkan Petani Kelapa
Published on: Saturday, January 29, 2011 //
Sabtu, 22 Januari 2011 21:11
“Sebelumnya, sekali panen kita bisa mendapatkan 500 buah kelapa. Namun sekarang untuk dapat 300 buah saja sangat sulit,” ujar sejumlah petani kepala yang dihubungi.
Menurut mereka, penyebaran hama kelapa dalam 1 tahun terakhir, sudah membunuh 30 pohon kelapa. Artinya, jika 1 pohon kelapa menghasilkan 10 buah saja sebulan, maka petani akan kehilangan 300 buah per bulannya.
Kepala Dinas Pertanian Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Trenggalek, Ir.Joko Srono, melalui Kepala Bidang Perkebunan, Suharno, SP, membenarkan hal terseut. Menurutnya, keresahan petani kelapa saat ini sangat beralasan mengingat semakin berkurangnya produksi buah kelapa karena diserang hama.
Diungkapkan, tahun 2005 terdapat hampir 15.000 Ha kebun kelapa. Dan tahun 2009 berkurang menjadi 13.600 Ha. Sedangkan untuk tahun 2010, belum dilakukan pendataan.
Sebenarnya, lanjutnya, Disperhutbun mempunyai anggaran khusus untuk penanggulangan hama tanaman kelapa. Hanya saja, anggaran tersebut sangat minim, sehingga upaya penggulangan ataupun peremajaan tanaman kelapa tidak bisa optimal dilakukakan.
“Untuk tahun 2010 dianggarkan Rp 30 juta dan tahun 2011 ini menjadi Rp 75 juta. Itupun karena digabung dengan tanaman kakao,” terangnya.
Katanya, meski ada serangan hama, sejauh ini, pasokan kelapa di Trenggalek masih mencukupi. Ia hanya menghimbau para petani kelapa di Trenggalek agar tidak panic meski harus tetap waspada.
“Kita juga harapkan kerjasamanya dalam penanggulangan penyebaran hama ini,” pungkas Suharno.
Dari pantauan media ini, penyebaran hama tanaman kelapa diduga berasal dari Kabupaten Tulungagung dan menyebar ke arah barat dan sampai ke wilayah Kabupaten Trenggalek. Dedi U








